Skip to main content

Tak Jadi Hari Ini, Blokir Ponsel BM lewat IMEI Molor Lagi

Bulan Juni lalu, Plt Direktur Industri Elektronika dan Telematika Ditjen ILMATE Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Achmad Rodjih mengatakan, mesin blokir ponsel ilegal atau black market (BM) akan mulai optimal hari ini, Senin (24/8/2020).

Rencana itu sepertinya harus molor lagi. Sejumlah kendala masih mengganjal optimalisasi aturan IMEI, salah satunya soal administrasi. Pasalnya, mesin hardware Central Equipment Identity Register (CEIR) masih belum diserahterimakan ke pemerintah.

Mesin ini bertugas untuk memverifikasi data dari mesin Equipment Identity Registration (EIR) yang ada di sisi operator seluler untuk selanjutnya dilakukan pemblokiran terhadap ponsel ilegal.

CEIR seharusnya berada di Kemenperin, tetapi saat ini mesin tersebut masih berada di tangan ATSI. Hal itu dikatakan Sekjen Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI) Marwan O Baasir. Marwan mengatakan, mesin CEIR belum diserahterimakan ke pemerintah.

“Karena CEIR yang beli operator, nanti baru akan kita serahkan ke pemerintah ketika seluruh proyek timeline dari CEIR ini selesai, jadi kami tidak mau menyerahkan di tengah jalan,” jelas Marwan, Jumat (21/8/2020).

Marwan menjelaskan bahwa ATSI masih menunggu berita acara serah terima database berisi TPP Impor dan TPP Produksi yang masih ada di tangan pemerintah.

Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Taufiek Bawazier mengatakan, berita acara tersebut telah ditandatangani Kemenperin dan akan segera dikirim ke Kominfo.

“Tapi, secara teknis sebetulnya sudah bekerja secara efektif, itu kan cuma administratif aja,” jelas Taufiek, Senin (24/8/2020).

Taufiek mengatakan, mesin CEIR nantinya akan dikelola Kemenperin bersama Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo). Lebih lanjut, Taufiek mengklaim bahwa pemblokiran ponsel BM akan berjalan sesuai jadwal dan sudah mulai efektif hari ini.

Namun, hal berbeda dikatakan oleh ATSI dan APSI. Dihubungi secara terpisah, Marwan mengatakan, pihaknya belum melakukan apa pun terkait pemblokiran ponsel BM.

Hal senada juga dilontarkan Ketua Bidang Hubungan Pemerintahan Asosiasi Ponsel Seluruh Indonesia (APSI), Syaiful Hayat.

“(Hari ini) belum efektif, saya pikir paling lambat 31 Agustus bisa berjalan,” jelas Syaiful melalui sambungan telepon.

Seperti yang dikatakan Marwan, salah satu kendalanya ada di administrasi. Selebihnya, Syaiful mengatakan, aturan IMEI siap dijalankan.

“Ada beberapa proses yang perlu dilakukan oleh operator seluler dan pengelola CEIR, butuh waktu beberapa hari ke depan,” jelasnya.

Syaiful berharap agar aturan IMEI tidak lagi molor dan bisa segera berlaku. Seperti diberitakan sebelumnya, aturan IMEI sudah diimplementasikan pada 18 April lalu.

Namun, aturan ini dinilai belum optimal hingga saat ini karena ponsel BM masih dapat terhubung ke jaringan seluler.

Aturan ini berjalan ke depan, artinya ponsel BM yang dibeli dan sudah terkoneksi dengan jaringan operator seluler di Indonesia sebelum tanggal 18 April tetap bisa digunakan.

 

Xiaomi Potong Harga Redmi 8, Redmi Note 8, dan Redmi 8A Pro

Merayakan ulang tahun ke-10, Xiaomi Indonesia memberikan potongan harga khusus untuk pembelian ponsel Redmi 8, Redmi Note 8, dan Redmi 8A Pro.

Harga ketiga ponsel seri Redmi 8 itu dipangkas sebesar Rp 200.000. Harga khusus ini berlaku mulai tanggal 24 Agustus hingga 31 Agustus 2020.

Country Director Xiaomi Indonesia, Alvin Tse, mengatakan bahwa program ini merupakan rasa terima kasih kepada pengguna setia Xiaomi di Indonesia. Menurut Alvin, Indonesia menjadi salah satu pasar yang penting bagi Xiaomi.

“Inilah cara kami berterima kasih atas dukungan dari pengguna dan mitra setia dengan
menghadirkan beragam kejutan seperti peluncuran produk dan promo menarik,” kata Alvin dalam keterangan tertulis, Selasa (25/8/2020).

Potongan harga ini bisa didapatkan langsung melalui pembelian di halaman resmi Mi.com dan sejumlah e-commerce rekanan.

Dari pantauan KompasTekno, harga Redmi 8, Redmi Note 8, dan Redmi 8A Pro di halaman Mi.com sudah mendapat pemotongan harga.

Berikut perubahan harga Redmi 8, Redmi 8A Pro, Redmi Note 8, dan Redmi Note 8 Pro tanggal 24 hingga 30 Agustus 2020:

Redmi 8 (3 GB/32 GB) Rp 1.749.000 menjadi Rp 1.549.000
– Redmi 8A Pro (2 GB/32 GB Rp 1.599.000 menjadi Rp 1.449.000
– Redmi 8A Pro (3 GB/32 GB) Rp 1.699.000 menjadi Rp 1.549.000
– Redmi Note 8 (3 GB/32 GB) Rp 2.099.000 menjadi Rp 1.949.000
– Redmi Note 8 (4 GB/64 GB) Rp 2.299.000 menjadi Rp 2.099.000
– Redmi Note 8 (6 GB/128 GB) Rp 2.899.000 menjadi Rp 2.649.000
– Redmi Note 8 Pro (6 GB/64 GB) Rp 3.099.000 menjadi Rp 2.899.000
– Redmi Note 8 Pro (6 GB/128 GB) Rp 3.499.000 menjadi Rp 3.299.000

Selain potongan harga untuk Redmi 8 series, Xiaomi juga masih akan memberikan sejumlah promosi dalam beberapa waktu ke depan.

Di antaranya adalah potongan harga senilai Rp 1 juta untuk pembelian Mi 10 dan diskon 15 persen untuk pembelian produk ekosistem lainnya. Namun, promo ini belum diumumkan secara resmi oleh Xiaomi.